DUNIAEKSPRESS.COM (19/10/2020)– Pejuang Taliban melancarkan serangan habis-habisan Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand, ketika para pejabat AS terus secara keliru mengklaim bahwa serangan itu melanggar kesepakatan penarikan antara Amerika Serikat dan pejuang Taliban.

Taliban melancarkan serangannya di Lashkar Gah akhir pekan lalu dan menutup jalan yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan Kota Kandahar yang berdekatan. Pejuang Taliban menyerang Distrik Polisi 3 dan 4, wilayah Babaji kota dan “tiga distrik yang dekat dengan pusat provinsi,” lapor TOLONews. Dua dari distrik tersebut tampaknya adalah Nawa dan Nad Ali.

Polisi Afghanistan meninggalkan beberapa pos pemeriksaan, menyerahkan daerah itu kepada Taliban.

Baca juga:

PEJUANG HAMAS TOLAK AJAKAN AS UNTUK KESEPAKATAN “ABRAHAM ACCORDS”

YEHUDA GLICK KEMBALI PIMPIM PENODAAN AL-AQSHA

Komando Afghanistan telah dikerahkan untuk membantu merebut kembali wilayah kota. Dua helikopter Afghanistan bertabrakan di distrik Nawa, menewaskan delapan hingga 15 tentara. Taliban mengklaim bahwa Komando Angkatan Darat Afghanistan dan empat pilot tewas dalam kecelakaan itu.

Pertempuran itu begitu intens sehingga militer AS terpaksa melancarkan serangan udara untuk membantu memukul mundur Taliban. Kolonel Sonny Leggett, juru bicara Pasukan AS di Afghanistan, mengatakan bahwa militer “akan terus memberikan dukungan dalam mempertahankan ANDSF yang diserang oleh Taliban”.

Pejabat AS, termasuk Jenderal Scott Miller, komandan USFOR-A and Resolute Support Mission, dan Ross Wilson, Kuasa Usaha untuk misi diplomatik AS di Afghanistan, telah salah mengatakan bahwa serangan Taliban melanggar perjanjian penarikan AS-Taliban. yang ditandatangani antara keduanya pada 29 Februari 2020.

Namun, kesepakatan yang telah dipublikasikan di situs web Departemen Luar Negeri Amerika Serikat itu tidak menyebutkan keharusan Taliban untuk berkomitmen pada “pengurangan kekerasan.” Juga tidak ada klausul yang menunjukkan bahwa Taliban harus mengurangi serangannya terhadap pasukan Afghanistan dalam kesepakatan tersebut. Faktanya, satu-satunya penyebutan istilah “pengurangan” terkait dengan penarikan pasukan AS.

“Gencatan senjata permanen dan komprehensif akan menjadi item dalam agenda dialog dan negosiasi intra-Afghanistan,” bunyi kesepakatan itu.