DUNIAEKSPRESS.COM (23/10/2020)– Pengunjuk rasa di Sudan membakar bendera Israel selama pawai “untuk memperbaiki jalannya revolusi” pada Rabu (21/10/2020) di ibu kota Khartoum.

Surat kabar lokal Al-Intibaha menerbitkan foto-foto yang menunjukkan sekelompok demonstran di Khartoum yang berpartisipasi dalam pawai 21 Oktober yang membakar bendera Israel untuk menyatakan penolakan mereka terhadap normalisasi.

Surat kabar tersebut mengungkapkan bahwa para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang menentang seruan untuk menjalin hubungan dengan Israel, dan menuntut pihak pro-normalisasi untuk mengubah sikap mereka.

Baca juga:

DUA MUSLIMAH DITIKAM DIBAWAH MENARA EIFFEL

MENAG KAGUM DENGAN RESOLUSI JIHAD

Surat kabar Al-Hadaf, yang dimiliki oleh Partai Ba’ath, memposting foto dan video di halaman Facebook insiden tersebut, yang menyatakan: “Para pengunjuk rasa membakar bendera entitas Zionis selama pawai 21 Oktober di Khartoum.”

Pada Rabu (21/10/2020), pengunjuk rasa berbaris di jalan-jalan Khartoum sebagai tanggapan atas seruan untuk melakukan protess massa untuk memperbaiki jalannya revolusi yang dibuat oleh Asosiasi Profesional Sudan (SPA) dan Partai Komunis Sudan (CP), salah satu komponen paling menonjol dari aliasi Pasukan Kebebasan dan Perubahan (FFC).

Demonstrasi ini berlangsung pada saat media Ibrani melaporkan bahwa delegasi Zionis mengunjungi ibu kota Sudan pada Rabu, untuk mempersiapkan pengumuman kesepakatan normalisasi antara kedua negara tersebut.

Perusahaan Penyiaran Publik Israel (IPBC) menyatakan bahwa delegasi Israel terbang dengan menggunakan jet pribadi dari Bandara Internasional Ben Gurion pada Rabu pagi langsung menuju ke ibu kota Sudan.

Pada hari Senin, IPBC mengutip pernyataan pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengonfirmasi bahwa presiden AS diminta untuk mengumumkan keputusan tersebut, dan pernyataan resmi mengenai pembentukan hubungan antara Tel Aviv dan Khartoum akan dikeluarkan dalam beberapa hari.

September lalu, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengumumkan penandatanganan perjanjian normalisasi dengan Israel.