Duniaekspress.com, 25 Oktober 2020. Kelompok ISIS di Afghanistan atau IS wilayah Khurasan mengaku bertanggung jawab atas pemboman di sebuah fasilitas sekolah yang didominasi beraliran syi’ah di Kawsar e-danish, area Pul-e-Khoshk, Dasht-e-Barchi, Barat Kabul, Afghanistan pada sabtu kemarin (24/10).

Seorang pembom bunuh diri yang menggunakan sabuk peledak mencoba memasuki kompleks fasilitas sekolah, namun dicegat oleh sekuriti setempat dan meledakkan diri di sebuah gang di kompleks tersebut. Pusat pendidikan tersebut dihuni oleh ratusan pelajar. Saat kejadian, ada kerumunan pelajar yang sedang menunggu memasuki sekolah. Menurut media setempat, 18 siswa/i diberitakan tewas dan lusinan lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit. Taliban menolak bertanggung jawab di balik serangan tersebut, sedangkan ISIS wilayah khurasan melalui medianya Amaq, mengaku bahwa kelompoknya lah yang berada di balik serangan bom bunuh diri tersebut.

Rilisan media IS, Amaq menyatakan 25 tewas dan 50 luka-luka

Pada Mei tahun 2018, ISIS juga berada di balik serangan penembakan yang menyasar fasilitas sekolah yang didominasi syi’ah di area yang sama. Dimana akibat serangan tersebut puluhan pelajar tewas termasuk ibu-ibu dan anak-anak bayinya. ISIS Wilayah Khorasan, yang beroperasi di Afghanistan dan Pakistan, telah biasa melakukan pembunuhan warga sipil syi’ah secara brutal, mereka sering menyerang dan membom sekolah,  masjid, demonstran, dan fasilitas lain yang sering dikunjungi oleh kelompok minoritas.

ISIS TELAH MENYALAHI MANHAJ AHLUS SUNNAH DALAM MENYIKAPI KELOMPOK MENYIMPANG

Berbeda dengan ISIS, kelompok jihad lain, seperti al-qaeda, baik dari zaman Syaikh Usamah sampai sekarang tidak pernah menganggap kekafiran syi’ah dalam satu tingkatan sehingga tidak layak untuk ditargetkan secara individu.
Jika kita melihat pendapat ulama-ulama dan buku-buku karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, kita akan mendapatkan bahwa keadaan Syiah berbeda-beda dan bertingkat-tingkat, ada yang kafir dikarenakan mempertuhankan Ali, Hasan dan Husein dan sampai kepada yang hanya sekadar mempunyai pendapat bahwa mereka bertiga memiliki keutamaan, dalam hal ini mereka ada yang kafir dan tidak, dan ini adalah pendapat yang rajih (kuat).

يقول شيخ الإسلام : (ومن أهل البدع من يكون فيه إيمان باطنًا وظاهرًا لكن فيه جهل وظلم حتى أخطأ ما أخطأ من السنة، فهذا ليس بكافر ولا منافق ثم قد يكون فيه عدوان وظلم يكون به فاسقا أو عاصيا، وقد يكون مخطئا مغفورا له خطؤه، وقد يكون مع ذلك معه الإيمان والتقوى ما يكون معه من ولاية من الله بقدر إيمانه وتقواه).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam matan hadist iftiraq : “Diantara ahlu bid’ah ada orang yang didalamnya beriman baik secara batin dan lahir akan tetapi didalamnya ada kebodohan dan kezhaliman, sehingga ia pun berbuat kesalahan yang menyalahi sunnah, maka yang seperti ini tidak dikafirkan dan tidak pula divonis munafik, kecuali jika mereka telah mengadakan permusuhan, berbuat zhalim yang sampai pada tingkatan fasiq dan membangkang. Untuk itu, dalam keadaan seperti ini, maka orang yang salah memiliki kesempatan untuk diampuni sesuai kadar kesalahannya dan sesuai kadar keimanan dan ketakwaan pada dirinya dan bersamaan dengan itu ia masih memiliki hak atas wala’ /loyalitas dari Allah menurut kadar iman dan taqwanya.”

Syaikh Ayman Azh-Zhawahiri didalam Taujihatul Ummah: “Tidak memerangi sekte-sekte menyimpang seperti Rafidhah (Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariah), (Syiah) Ismailiyah, (Ahmadiyah) Qadiyaniyah dan sufi yang menyimpang selama sekte-sekte sesat tersebut belum memerangi Ahlus Sunnah. Jika sekte-sekte sesat tersebut memerangi Ahlus Sunnah, maka Ahlus Sunnah hendaknya melakukan pembalasan sebatas kepada pihak yang melakukan penyerangan kepada mereka dari sekte-sekte sesat tersebut. Dengan tetap menjelaskan bahwa kita (Ahlus Sunnah) sekedar membela diri, dan kita harus menghindari dari menyerang penganut-penganut sekte sesat tersebut yang bukan tenaga tempur [wanita, anak-anak, orang jompo] dan keluarga [anak-istri] mereka yang berada di rumah-rumah mereka, rumah-rumah ibadah mereka, tempat perayaan dan perkumpulan sekte mereka. Hal itu dengan tetap terus-menerus menjelaskan dan membongkar kesesatan-kesesatan akidah dan perilaku mereka”.

Sebagaimana juga dikatakan oleh Syaikh Ayman Azh Zhawahiri : Adapun di tempat-tempat yang berada di dalam kekuasaan dan pemerintahan mujahidin, maka sekte-sekte sesat ini diperlakukan dengan hikmah, setelah dilakukan dakwah, penyadaran dan penyingkapan syubhat-syubhat mereka, memerintahkan hal yang ma’ruf dan mencegah hal yang mungkar dengan cara yang tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar dari kemungkarannya, seperti jika menyebabkan mujahidin diusir keluar dari wilayah-wilayah tersebut, atau membangkitkan perlawanan mayoritas rakyat kepada mujahidin, atau menimbulkan fitnah (kekacauan) yang dimanfaatkan musuh-musuh mereka (Amerika dan sekutunya) untuk menginvasi wilayah-wilayah tersebut”. (Yayasan Media As-Sahab. Sumber: Al-Fajr Media Center)

(RW dari berbagai sumber)

Baca juga, ERDOGAN KECAM PENGGEREBEKAN MASJID DI JERMAN