DUNIAEKSPRESS.COM (31/10/2020)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap terkait pernyataan rasis Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Islam. Salah satu sikap MUI adalah menyerukan umat untuk memboikot produk-produk yang berasal dari Prancis.

“MUI mengimbau kepada umat Islam dan dunia untuk memboikot produk yang berasal dari Prancis,” bunyi rilis pernyataan sikap MUI bernomor 1823 Tahun 2020 yang, pada hari Jumat (30/10).

Baca juga:

MAHATHIR MOHAMAD: MUSLIM MEMILIKI HAK UNTUK HUKUM PRANCIS

Dalam surat pernyataan itu, MUI juga mendesak kepada pemerintah untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis agar mengambil kebijakan. Salah satunya adalah menarik sementara waktu duta besar RI di Paris hingga Macron mencabut kembali ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia.

Lebih lanjut MUI juga menyatakan bahwa sejatinya umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh. Umat Islam hanya ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Namun demikian jika terdapat pihak yang enggan mengembangkan sikap bertoleransi dan saling menghormati sebagaimana yang dilakukan Macron, maka umat Islam terutama umat Islam Indonesia mempunyai hak mempertahankan harga diri.

Adapun sikap yang dipilih adalah memboikot semua produk yang datang dari Prancis. Dalam surat pernyataan MUI yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas ini, MUI meminta agar masyarakat dunia khususnya Prancis untuk menghentikan pelecehan dan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Hentikan pembuatan karikatur (Nabi Muhammad) dan ucapan kebencian dengan alasan apapun juga,” ujar Muhyiddin.[rep]