Khawarij di dalam tubuh daulah ISIS telah mengkafirkan Jabhah Nushrah dengan tuduhan bahwa ia telah bersekutu dengan kaum Murtad

Duniaekspress.com. (10/11/2020). Syaikh Dr. Mazhhar Al-Wais berkata, “Mereka (ISIS) mengkafirkan tanpa ada sebab kekafiran. Menganggap bentuk interaksi yang diperbolehkan atau Muwalah sughra (perwalian kecil) sebagai bentuk perwalian yang menjerumuskan pada kekafiran. Menganggap ijtihad-ijtihad kelompok rival mereka sebagai kekafiran.

Siapa saja yang menyelisihi mereka (ISIS) atas apa yang mereka katakan, maka mereka akan berusaha mengkafirkannya, menjatuhkannya, menuduhnya fajir, dan menghabisinya dengan cara apa pun. Meski kadang-kadang mereka tidak menyatakan kafir dengan terang-terangan sebagai bentuk taqiyyah, dusta dan memperdaya. Akan tetapi, mereka tetap berinteraksi layaknya dengan orang kafir, atau bahkan lebih. Inilah senandung Khawarij berbeda Namanya namun sama dalam urusan pedang.

Awalnya mereka mengkafirkan semua Jaisy Al-Hurr (FSA), kemudian menjadikannya tangga untuk mengkafirkan setiap orang yang berhubungan dengannya, dengan tuduhan bahwa mereka adalah shahawat di masa yang akan datang, antek-antek barat dan wali mereka. Oleh karenanya, mereka mengkafirkan Jabhah Islamiyah dan Ahrar Syam dengan dalih mereka termasuk dibarisan mereka. Karenanya, mereka menarik diri dan tidak mengakui diri mereka telah kafir dan murtad, dengan demikian tidak ada taubat untuk mereka, mereka masih dalam keadaan kafir dan murtad.

Setelah itu mereka mengkafirkan Jabhah Nushrah karena ia telah bersekutu dengan kaum murtad menurut sangkaan mereka (ISIS), sedangkan bersekutu dengan kaum murtad hukumnya murtad. Setelah itu, baru mereka menggeneralisir takfir itu pada tanzhim Al-Qaidah. Karena itu, jubir resmi mereka (ISIS), Al-Adnani mengumumkan serangan bengisnya kepada Al-Qaidah beserta amirnya, Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri hafidzahullah, dengan jalan memberikan Isyarat tentang kafirnya Al-Qaidah. Menganggap Al-Qaidah telah berubah dengan mengganti manhajnya, mereka (ISIS) lancang kepada para ulama yang menyelisihi mereka dan mereka katakana bahwa ulama tersebut sesat. Pernyataan itu telah jelas dan tersebar luas.”

(Al-Alamat Al-Fariqah fi Kasyaf Din Al-Mariqah. Hal. 55).

 

Baca juga, BENDERA AL-BAGHDADI (ISIS) ADALAH BENDERA PENGKHIANATAN DAN TIDAK DAPAT DIPERCAYA UMMAT