Jama’ah Daulah ISIS bersandar pada logika akal dan eksploitasi emosional

Duniaekspress.com. (13/11/2020). – Syaikh Dr. Mazhhar Al-Wais berkata, “Bersandar pada logika akal, dan menjauh dari nash Syar’I dan berhujjah. Serta mengeksploitasi emosional, ini dulu juga terdapat pada khawarij. Di mana mereka terkenal dengan debat dan menggunakan syiar-syiar tertentu. Hal ini juga diterapkan oleh jama’ah daulah ISIS. Mereka menggunakan label Islamiyyah, mengaku telah melaksanakan hukum had (hukum pidana) dan mengangkat syi’ar Baqiyah”, mengeksploitasi orang-orang yang tertipu, anak-anak muda dan orang bodoh.

Ketika anda mendengar jubir mereka yang bernama Al-Adnani, kamu tidak mendengarkan darinya hadist Nabi atau perkataan ahli Ilmu. Akan tetapi, mereka hanya membangkitkan emosi, perbincangan masalah darah dan potongan tubuh, dengan banyak polesan dan selubung; menyimpangkan perkataan dan memotong nash-nash sehingga tidak membosankan dan membuat penat. Siapa saja mengikuti website mereka, ia akan takjub dengan kemampuan mereka yang mengagumkan dalam berdebat, berdiskusi, merekayasa, membuat gambar-gambar professional, dan rilis video-vidio yang bernuansa Hollywood.

Hal ini menguatkan kebenaran sejarah yang diteliti sejak lama, bahwasannya sepanjang sejarah, ahlul bid’ah selalu menang dalam hal penampilan yang menarik. Entah itu dalam hal nama maupun tampilan. Mu’tazilah menamai diri mereka dengan ahlul’adli wat tauhid (penjaga keadilan dan tauhid), Durze (Duruz) menamakan diri mereka dengan Muwahhidin (ahli tauhid), Rafidhah dengan Syi’atu ahlul bait (pengikut ahlul bayt), menamakan pemerintahan republik mereka adalah pemerintahan Islam, syiar Gerakan perlawanan mereka adalah kepahlawanan Islam. Sama dengna daulah khawarij yang menamai dirinya dengan Islamiyyah, serta memberinya laqob-laqob (julukan) yang mana jarak antara laqob dan kenyataan seperti timur dan barat.

Seperti perkataan mereka bahwa mereka adalah daulah khilafah, harapan ummat, daulah orang-orang yang terdzalimi, penolong orang-orang yang lemah, itu semua syi’ar-syi’ar indah yang jauh dari kenyataan.

Laqob-laqob untuk (daulah ISIS) tidak disematkan pada tempatnya bagai kucing yang bangga mengisahkan terkaman singa.”

(Al-Alamat Al-Fariqah fi Kasyaf Din Al-Mariqah hlm 56).

 

Baca juga, KHAWARIJ DI DALAM TUBUH DAULAH ISIS TELAH MENGKAFIRKAN JABHAH NUSHRAH DENGAN TUDUHAN IA TELAH BERSEKUTU DENGAN KAUM MURTAD