Serial sejarah Ghulat ISIS (IS) : Pengikut Al-Hazimi vs
Pengikut Turki Al-Binʻali

Baca Sebelumnya, SERIAL SEJARAH GHULAT ISIS (IS) : MUFTI UTAMA KHILAFAH ?

Duniaekspress.com. (17/11/2020). – Sebagaimana diketahui, Negara Islam (ISIS) dan Kaidah berbeda pendapat tentang takfir, yang pertama lebih keras dalam takfir dari pada yang terakhir. Tetapi di dalam Negara Islam sendiri juga ada pembagian yang kadang-kadang digambarkan sebagai “Pengikut Al-Hazimi” yang sangat ekstrem/ghuluw dengan “Pengikut AlBin’ali” yang lebih moderat. Para pengikut Al-Hazimi biasa disebut dengan Hazimiyyun atau aliran Al-Hazimi (ath Thayyar al Hazimi), dinamakan seperti itu karena mereka mengikuti seorang ulama ‘Arab Sa’udi bernama Ahmad bin ‘Umar Al-Hazimi yang lahir di Makkah.
Al-Hazimi adalah seorang ulama Salafi di ‘Arab Sa’udi yang dipercaya berusia Lima puluhan tahun. Meskipun dipenjara oleh Sa’udi sejak tahun 2015, Al-Hazimi tidak dikenal karena kecenderungan jihadnya. Dia seorang ulama yang relatif tidak jelas. Al-Hazimi mendapatkan reputasi pada jihad hanya setelah revolusi 2011 di Tunusia.
Berpergian kesana untuk berkhotbah pada beberapa kesempatan. Dalam ceramahnya, ia menganut sebuah doktrin kontroversial yang dikenal sebagai takfir al ‘adzir atau pengkafiran berantai yang menjadi semboyan pengikut Al-Hazimi.
Ketika Al-Hazimi menjelaskan doktrin takfir al ‘adzir dalam serangakaian ceramah Yang direkam pada akhir 2013, ia bertemu dengan banyak penentang dari kalangan mujahid. Pada pertengahan 2014, Syaikh Turki Al-Bin’ali mencela konsep Al-Hazimi tentang takfir al ‘adzir dalam sebuah kicauan dengan kata-kata kasar. Syaikh menyebut hal tersebut sebagai bid’ah. Tidak lama setelah itu, Abu Sulaiman Asy-Syami, seorang keturunan Suriyyah –Amerika yang bekerja pada Departemen Media Negara Islam (ISIS), menulis kritik pedas terhadap Al-Hazimi dan ide-idenya. Kritik utama yang ditujukan terhadap Al-Hazimi adalah bahwa doktrinnya membawa menuju takfir berantai (attakfir bi attasalsul). Bahaya takfir berantai secara rinci diperingatkan dalam buku pedoman untuk tentara Negara Islam (ISIS) yang ditulis oleh lembaga yang dipimpin oleh Turki Al-Bin’ali (lihat, misalnya, pada “Muqarrar”, hal. 30-32, dan pada “Taqrirat”, hal.58-60).

InsyaAllah Bersambung …

Sumber :  Sejarah Ghulat di Lajnah Mufawwadhah

 

Baca juga, MEMBONGKAR SANGGAHAN DITUBUH ISIS TIDAK ADA KHAWARIJ