Serial Sejarah Ghulat ISIS (IS) : Perang Opini

Baca Sebelumnya,  SERIAL SEJARAH GHULAT ISIS (IS) : PENGIKUT AL-HAZIMI VS PENGIKUT TURKI AL-BIN’ALI
Duniaekspress.com. (18/11/2020). – Pada tahun 2014, Komite Umum (Lajnah ‘Ammah)- kemungkinan pendahulu
Komite Delegasi-, mengeluarkan pernyataan untuk melarang pembicaraan tentang “isu-isu sekunder” yang berkaitan dengan udzur bil jahl dan mengancam untuk mengadili siapa pun yang mendistribusikan materi audio, visual, atau tulisan terkait hal tersebut. Target tersirat dari ancaman ini tentu saja adalah para Ghulat dan doktrin mereka tentang takfir al’adzir. “Orang-orang bodoh tertentu- dalam pernyataan itu-, telah berusaha menebarkan
konflik dan perpecahan diantara para prajurit Negara Islam (ISIS) dengan mengangkat isu-isu ini.”
Juga di tahun 2014, Negara Islam (ISIS) mengumpulkan sejumlah pengikut Al-Hazimi di dalam kekuasaannya. Pada bulan September 2014, Negara Islam (ISIS) mengeksekusi dua pejabat syariat terkenal, yaitu Abu Ja’far Al-Haththab dan Abu ‘Umar Al-Kuwaiti ; mereka di tuduh mengadopsi pandangan Al-Hazimi dalam masalah takfir dan pada
bulan Desember, merilis sebuah video yang menyoroti penangkapan sel dari Ghulat ;video itu disertai artikel berbahasa Inggris yang membahas pembubaran sel tersebut.
Mereka yang ditangkap dituduh tidak hanya mendukung gagasan berbahaya tentang takfir, tetapi juga merencanakan pemberontakan melawan kekhalifahan. Namun,
ternyata ini bukanlah akhir dari Hazimiyyun atau Ghulat did alam Negara Islam (ISIS).
Pernyataan resmi berikutnya tentang takfir berasal dari sesuatu yang disebut Kantor Pusat untuk Pengawasan Departemen (Maktab al-Markazili Mutaba’at ad-Dawawin). Menetapkan dalam rilisan nomor 155 tertanggal 29 Mei 2016, pernyataan ini seperti yang pertama tadi (rilisan Lajnah Ammah), melarang diskusi tentang masalah sekunder udzur biljahl ; itu juga dengan jelas mengingatkan takfir berantai (at-takfir bi’ltasalsul) dan melarang penggunaan istilah takfir al’adzir. Pada saat yang sama, dalam upaya berkompromi dengan Hazimiyyun/Ghulat, pernyataan itu
menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk ragu-ragu dalam takfir dan juga mengatakan bahwa masalah ini sudah harus selesai bagi siapa pun yang tinggal di Negara Islam (ISIS). Komite Delegasi (Lajnah Mufawwadhah) pada tanggal 17 Mei 2017 merilis ta’mim berjudul “Agar Orang yang Binasa Itu Binasa dengan Bukt iyang Nyata dan Agar Orang yang Hidup Itu Hidup dengan Bukti yang Nyata”.

InsyaAllah Masih bersambung …

Sumber :  Sejarah Ghulat di Lajnah Mufawwadhah

 

Baca juga, SERIAL SEJARAH GHULAT ISIS (IS) : MUFTI UTAMA KHILAFAH ?