DUNIAEKSPRESS.COM (19/11/2020)– Pasukan pendudukan Israel menyerang pekerja Palestina dengan bom gas di dekat desa Rummanah, barat laut kota Jenin, lapor kantor berita Wafa.

Menurut sumber dan saksi setempat, tentara Israel menggunakan helikopter untuk menembakkan gas air mata ke arah pekerja Palestina saat mereka dalam perjalanan ke tempat kerja mereka di Israel, mengakibatkan beberapa dari mereka menderita mati lemas karena menghirup gas beracun tersebut.

Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak 1967, dan melakukan berbagai pelanggaran terhadap warga sipil Palestina, kata kelompok hak asasi manusia.

Baca juga:

KEDUBES AMERIKA DI IRAK DIHUJANI ROKET

UTUSAN PBB KECAM PERLUASAN PEMUKIMAN ZIONIS ISRAEL DI YERUSALEM TIMUR

Sementara itu, militer Israel menyerbu kamp pengungsi Qalandia, di utara Yerusalem yang diduduki, dan menggunakan peluru baja berlapis karet, granat kejut, dan bom gas untuk membubarkan penduduk Palestina.

Serangan itu melukai dua pemuda, termasuk menembak satu mata pemuda Palestina tersebut, sementara tentara Israel mengambil alih beberapa bangunan, termasuk markas gerakan Fatah, dan mengubahnya menjadi pos militer.

Tentara Israel sering melakukan aksi penangkapan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, dengan dalih mencari orang Palestina yang “buron”.

Anak-anak yang tinggal di Yerusalem Timur yang diduduki adalah yang paling menjadi sasaran, kata Masyarakat Tahanan Palestina (PPS). Banyak yang menghadapi penangkapan setidaknya sebulan sekali.

PPS mencatat penangkapan lebih dari 3.000 warga Palestina oleh Israel sejak awal tahun hingga akhir Agustus.