DUNIAEKSPRESS.COM (18/11/2020)– Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Selasa (17/11/2020) malam, dihujani roket oleh kelompok militan pro-Iran.

Setidaknya empat roket ditargetkan ke kompleks kedubes, pertama kali sejak faksi pro-Iran menyetujui gencatan senjata pada Oktober lalu.

Beberapa ledakan besar terdengar, diikuti suara tembakan dan suar yang menerangi langit. Ini mengindikasikan bahwa sistem pertahanan roket C-RAM yang dipasang di Kedubes AS bekerja menangkis serangan.

Seorang juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS, seperti dikutip dari AFP, Rabu (18/11/2020), mengatakan, intelijen Irak mengonfirmasi serangan, namun menolak berkomentar mengenai penggunaan roket C-RAM.

Baca juga:

UTUSAN PBB KECAM PERLUASAN PEMUKIMAN ZIONIS ISRAEL DI YERUSALEM TIMUR

PAUS FRANCIS LIKE FOTO HOT MODEL BRAZIL

Sejak Oktober 2019, hampir 90 serangan roket dan bom pinggir jalan yang mematikan menargetkan kedutaan asing, pasukan, serta fasilitas lain di seluruh Irak.

Beberapa serangan itu dibalas dengan menargetkan kelompok Kataeb Hezbollah serta faksi garis keras pro-Iran lainnya yang dituduh bertanggung jawab.

Pada bulan lalu, AS mengancam akan menutup kedubesnya di Zona Hijau Baghdad dengan keamanan tingkat tinggi jika serangan tidak dihentikan.

Ultimatum itu mendorong faksi pro-Iran mengumumkan gencatan senjata sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Namun serangan kembali dilancarkan pada Selasa.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah AS mengumumkan akan memangkas jumlah pasukan di Afghanistan dan Irak menjadi 2.500 di setiap negara, level terendah dalam hampir 20 tahun.

AS memiliki sekitar 3.000 tentara di seluruh Irak yang tergabung dalam pasukan koalisi untuk memerangi kelompok ISIS sejak 2014. Jumlah pasukan koalisi telah dikurangi secara signifikan pada tahun ini, sebagian karena alasan pembatasan perjalanan Covid-19.