SERIAL SEJARAH GHULAT ISIS (IS) : BANTAHAN DARI TURKI AL-BIN’ALI

SERIAL SEJARAH GHULAT ISIS (IS) : BANTAHAN DARI TURKI AL-BIN’ALI

                                      Serial Sejarah Ghulat ISIS (IS) : Bantahan dari Turki Al-Bin’ali

Baca sebelumnya, SERIAL SEJARAH GHULAT ISIS (IS) : PERANG OPINI

Duniaekspress.com. (18/11/2020). Turki Al-Bin’ali dan para pendukungnya membuang sedikit waktu dalam menanggapi memorandum tersebut. Akhirnya baru pada tanggal 19 Mei, Turki Al-Bin’ali menyampaikan surat panjang kepada Komite Delegasi dengan pengamatan kritisnya atas ta’mim tersebut. Surat itu muncul secara online pada akhir Juni. Sambil mempertahankan ada tulisan yang sopan, Turki Al-Bin’ali mengeluh bahwa ta’mim itu dikeluarkan dengan terburu-buru karena tidak diteliti oleh “para ulama”. Menurut beliau, ini sangat kontras dengan cara pernyataan Maktab Al-Markazi, pernyataan tersebut telah dibuat dengan hati-hati dengan masukan dari banyak ulama, termasuk dirinya sendiri. Pria yang mengatur pernyataan sebelumnya itu adalah Abu Muhammad Al
Furqan, kepala media Negara Islam (ISIS) yang terbunuh dalam serangan udara pada September 2016.
Beberapa kritik dari Turki Al-Bin’ali dibagian awalnya terlalu sepele atau bertele-tele– seperti ta’mim ini mengandung kesalahan tipografi dan bahasa–, tetapi masalah utamanya adalah setiap orang setuju, kata beliau, bahwa ta’mim itu dimaksudkan untuk menenangkan “ekstremis”, yaitu para Ghulat. Bahkan pada sebuah mimbar di
kawasan kekuasaan Negara Islam (ISIS), seorang Ghulat berani merayakan hal ini dengan mengatakan, “Negara Islam telah bertobat dan kembali kepada kebenaran,” sejak ta’mim tersebut menyatakan takfir menjadi “salah satu dasar agama yang jelas (ushuluddin azhzhahirah)”. Beliau kemudian mengutip beberapa pidato oleh para pemimpin Negara Islam yang bertentangan dengan ta’mim itu. Surat itu ditutup dengan permohonan kepada Komite Delegasi untuk merevisi dan mengoreksi apa yang telah ditulisnya. Sebagai mana dicatat diatas, Turki Al-Bin’ali terbunuh pada tanggal 31 Mei oleh serangan udara Amerika.
Pada tanggal 23 Mei, Abu ‘Abdul Bar As-Salihi, seorang cendekiawan Negara Islam (ISIS) kelahiran Kuwait, telah menulis sanggahannya sendiri terhadap ta’mim tersebut, mengulangi banyak poin yang dikemukakan oleh Al-Bin’ali. Dia juga menyesalkan fakta bahwa “ta’mim tersebut telah menyenangkan para ekstremis”; maka dia menasihati KomiteDelegasi untuk menarik ta’mim secara keseluruhan. Menurut laporan berita, As Salihi dipenjara karena perbedaan pendapatnya dan akhirnya meninggal, seperti Turki Al-Bin’ali, dalam serangan udara.
Selanjutnya seorang cendekiawan Negara Islam asal Sa’udi, Abu ‘Utsman An-Najdi, mencela ta’mim tersebut dalam sebuah esai singkat. Dia mendesak Komite Delegasi untuk mencabut isinya. Pada akhir Juni, Khabbab Al-Jazrawi, seorang Sa’udi lainnya, menulis sanggahan yang menuduh Komite Delegasi terlibat dalam “kriminalisasi ideologis : menyingkirkan, memenjarakan, dan mengancam para ulama”.
Dia memberi penghormatan kepada Turki Al-Bin’ali dan Abu ‘Abdul Bar As-Salihi yang darahnya telah tumpah untuk membela kebenaran.

InsyaAllah bersambung …

Sumber :  Sejarah Ghulat di Lajnah Mufawwadhah

 

Baca juga, SERIAL SEJARAH GHULAT ISIS (IS) : MUFTI UTAMA KHILAFAH ?

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This