DUNIAEKSPRESS.COM (20/11/2020)– LSM yang mengurusi masalah tahanan Palestina mengatakan, setidaknya 400 anak-anak Palestina telah ditangkap oleh otoritas Israel sejak awal tahun 2020.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis untuk memperingati Hari Anak Internasional, PSS menyatakan: “Otoritas pendudukan Israel telah menangkap 400 anak Palestina di bawah usia 18 tahun sejak awal tahun ini, kebanyakan dari mereka dari Yerusalem Timur.”

“Otoritas Israel terus menahan 170 anak Palestina di penjara mereka.” ungkapnya.

“Israel melakukan berbagai pelanggaran terhadap anak-anak Palestina selama penahanan mereka, termasuk mencegah mereka menyelesaikan studi mereka, melarang beberapa dari mereka mengunjungi keluarga di penjara, dan mengisolasi mereka di sel individu,” tambah pernyataan itu.

Baca juga:

CAIR-CA: 40 PERSEN MUSLIM ALAMI PELECEHAN

STANDAR GANDA NEGARA EROPA BANGKITKAN ISLAMOFOBIA

Tuduhan yang paling umum adalah melempar batu, yang oleh militer Israel dianggap sebagai “pelanggaran keamanan”. Mereka yang dinyatakan bersalah bisa mendapatkan hukuman hingga 20 tahun penjara, tergantung pada usia anak.

Tentara Israel sering melakukan kampanye penangkapan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, dengan dalih mencari orang Palestina yang “dicari”.

Anak-anak yang tinggal di Yerusalem Timur yang diduduki adalah yang paling menjadi sasaran, kata PPS. Banyak yang tampaknya menghadapi penangkapan setidaknya sebulan sekali.

Pasukan keamanan Israel telah menggunakan kekuatan yang tidak perlu untuk menangkap atau menahan anak-anak Palestina semuda 11 tahun.

Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang secara rutin menuntut anak-anak di pengadilan militer yang tidak memiliki perlindungan dasar untuk pengadilan yang adil. Selain itu, anak-anak Palestina yang ditahan oleh Israel menghadapi pelecehan dan penyiksaan sistematis, yang telah disahkan oleh pengadilan dan pemerintah.

PPS meminta lembaga hak asasi manusia internasional untuk mengambil tindakan dan menekan Israel untuk mengakhiri pelecehan terhadap anak-anak Palestina.