Sejak awal November 2020, Tentara Teroris Rusia dan Suriyah sebanyak 108 kali melanggar gencatatan senjata di Idlib

Duniaekspress.com. (20/11/2020). – Idlib – Pasukan rezim teroris Rusia dan Suriah telah melanggar gencatan senjata yang rapuh di provinsi Idlib barat laut Suriah 108 kali sejak awal November, menewaskan 11 orang termasuk lima anak-anak, kata kelompok pertahanan sipil White Helmets Rabu (18/11/2020).

Dikatakan bahwa rezim dan pasukan Rusia pada Rabu malam menargetkan sekolah serta rumah sipil di Idlib, menembaki mereka dengan 75 peluru. Tidak ada korban yang tercatat, kelompok itu menulis di Twitter.

Idlib, benteng oposisi terakhir dan merupakan rumah bagi hampir 4 juta orang, kebanyakan dari mereka mengungsi dan tinggal di kamp tenda atau bangunan yang belum selesai telah dihantam oleh serangan militer berulang kali dari rezim Bashar Assad.

Pada bulan Maret, gencatan senjata yang rapuh ditengahi antara Moskow dan Ankara sebagai tanggapan atas pertempuran berbulan-bulan oleh rezim teroris Assad yang didukung Rusia yang melancarkan serangan militer di Idlib dan membuat hampir satu juta orang mengungsi dari rumah mereka. Sebagian besar pengungsi mencari perlindungan di kamp-kamp yang dekat dengan perbatasan dengan Turki, sementara yang lain pergi ke daerah-daerah di bawah kendali oposisi Suriah.

Rusia melakukan intervensi langsung di Suriah pada akhir 2015 diduga atas permintaan resmi Suriah. Moskow telah membangun kehadiran besar di Suriah, di mana angkatan udara dan pangkalan militernya di seluruh negeri telah memungkinkan Assad dalam beberapa tahun terakhir untuk mengalahkan oposisi yang bangkit melawan pemerintahan otoriternya.

Human Rights Watch (HRW) pada bulan Oktober dalam sebuah laporan mengatakan pihaknya menyelidiki lusinan serangan udara dan darat yang “melanggar hukum” oleh Rusia dan rezim terhadap sasaran sipil di wilayah sekitar kota Idlib antara April 2019 dan Maret 2020 yang menewaskan ratusan orang. warga sipil. (AB).

Sumber : HRW

 

Baca juga, 5 ORANG WARGA SIPIL IDLIB MENINGGAL OLEH SERANGAN BOM PESAWAT UDARA RUSIA