DUNIAEKSPRESS.COM (21/11/2020)– Polisi Israel pada hari Jumat (22/11) menghalangi ratusan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki mencapai Masjid Al-Aqsha untuk melakukan ibadah shalat Jumat.

Menurut koresponden Anadolu Agency, polisi Israel menghentikan jamaah dari Tepi Barat di pos pemeriksaan di pintu masuk Kota Tua di Yerusalem dan hanya mengizinkan sejumlah kecil dari mereka untuk mencapai Masjid Al-Aqsha setelah pemeriksaan identitas.

Warga Palestina, yang dicegah untuk mencapai Masjid Al-Aqsha, melakukan salat Jumat di jalan-jalan dekat Kota Tua.

Polisi Israel mendirikan pos pemeriksaan di pintu masuk ke Kota Tua di pagi hari.

Baca juga:

PALESTINA KUTUK KUNJUNGAN POMPEO KE PERMUKIMAN YAHUDI

SEJAK AWAL NOVEMBER 2020, RUSIA DAN SURIYAH 108 KALI MELANGGAR GENCATATAN SENJATA DI IDLIB

Imam Al-Aqsha Syekh Yusuf Abu Sneina mengecam dalam khotbah Jumat “pencegahan berulang jamaah untuk mencapai masjid.”

“Dalam keadaan apapun tidak diperbolehkan untuk terus mencegah jamaah mencapai masjid untuk melakukan sholat,” kata Abu Sneina.

Ini adalah hari Jumat keempat berturut-turut warga Tepi Barat dicegah untuk mencapai Masjid Al-Aqsha.

Sekitar 12.000 penduduk Yerusalem Timur dan Palestina yang tinggal di Israel melakukan salat Jumat di Masjid Al-Aqsha, di tengah langkah-langkah ketat, menurut perkiraan setempat.

Israel mewajibkan penduduk Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk mendapatkan izin khusus untuk mencapai Yerusalem atau untuk salat di Masjid Al-Aqsa.