DUNIAEKSPRESS.COM (21/11/2020)– Otoritas pendudukan Israel telah mengeluarkan keputusan untuk secara paksa mengusir 400 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Spesialis urusan Yerusalem, Fakhri Abu Diyab, mengatakan kepada situs berita Al-Mugtama bahwa otoritas pendudukan telah mengeluarkan keputusan untuk mengevakuasi 28 bangunan, menampung 80 keluarga Palestina untuk menyerahkannya kepada pemukim Yahudi yang pada gilirannya akan mengubah mereka menjadi barak militer.

Baca juga:

ISRAEL CEGAH RATUSAN PALESTINA BERIBADAH DI AL-AQSHA

PALESTINA KUTUK KUNJUNGAN POMPEO KE PERMUKIMAN YAHUDI

“Israel mengklaim bahwa kepemilikan properti milik para pemukim Yahudi tidak berdasar,” kata Abu Diyab, menjelaskan bahwa keluarga Palestina telah tinggal di rumah itu sejak 1956.

“Keputusan pendudukan Israel adalah kejahatan dan agresi yang bertujuan untuk mengosongkan kota warga Palestina dan menciptakan ketidakseimbangan demografis yang menguntungkan para pemukim,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Palestina mengutuk kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo ke permukiman Yahudi di Tepi Barat. Kujungan tersebut dikatakan sebagai upaya terang-terangan Amerika untuk membantu Israel yang membangun permukiman ilegal.

“Keputusan itu secara terang-terangan melanggar hukum internasional,” kata Juru Bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh yang menegaskan hal tersebut sebagai langkah pro-Israel yang bias dan pro-Israel oleh pemerintahan Presiden Donald Trump dilansir dari Alarabiya English, Kamis (19/11).

Pasukan Israel telah menghancurkan 176 rumah Palestina di Yerusalem yang diduduki sejak awal tahun ini dan menyetujui pembentukan 17.000 unit permukiman di Kota Suci. [memo]