DUNIAEKSPRESS.COM (21/11/2020)– Saksi mata kekejaman tentara Australia di Afghanistan mengenang kembali momen kelam saat kehilangan orang-orang tersayangnya. Para korban disiksa sampai meregang nyawa.

Kekejaman tentara Australia selama bertugas di Afghanistan terungkap sebagai hasil dari investigasi yang tertuang dalam dokumen Afghan Files.

Pejabat militer Australia telah mengonfirmasi isi dokumen tersebut serta meminta maaf kepada pemerintah serta warga Afghanistan yang keluarga dan kerabatnya jadi korban kekejaman militer Australia dalam rentang 2007-2013.

Baca juga:

TENTARA AUSTRALIA TERLIBAT KEJAHATAN PERANG DI AFGHANISTAN

Haji Abdul Baqi merupakan salah satu dari banyak warga Afghanistan yang pernah menyaksikan anggota keluarganya tewas mengenaskan di tangan militer Australia.

Abdul Baqi menceritakan dua anak laki-lakinya Saifullah dan Bismillah, serta dua keponakannya Mohammadullah dan Juma Khan, tewas sembilan tahun lalu dalam operasi yang dilakukan militer Australia di sebuah pasar.

“Mereka masuk ke dalam pasar dengan membawa sejumlah anjing dan senapan,” kata Abdul Baqi dalam wawancara dengan Aljazeera, Kamis (19/11/2020).

Baca juga:

ISRAEL USIR 400 WARGA PALESTINA DARI YERUSALEM TIMUR

ISRAEL CEGAH RATUSAN PALESTINA BERIBADAH DI AL-AQSHA

“Anak laki-laki dan keponakan saya berusaha lari ke arah motor mereka, tetapi anjing-anjing tentara itu berhasil mengejar mereka,” lanjutnya.

Tak sampai disitu, Abdul Baqi menyaksikan insiden memilukan lain di rumahnya. Beberapa pasukan Australia menggerebek rumahnya dengan membawa anjing pemburu.

“Anjing-anjing itu mencabik-cabik anak saya, sebelum saya mengetahuinya, mereka terlebih dulu ditembak mati oleh tentara di sini, di rumah kami,” ujarnya.

Kesedihan Abdul Baqi makin dalam setelah ayahnya, Haji Abdul Hakim, juga meninggal dunia pascapenggerebekan oleh tentara Australia.

“Dia (ayah) tidak pernah sembuh dari luka dan meninggal setahun berselang. Mereka melakukannya kepada ayah, anak laki-laki, serta keponakan saya,” lanjutnya.

Kepala Jenderal Angkatan Pertahanan Australia, Angus Campbell, menyerukan agar beberapa medali layanan terhormat yang diberikan kepada pasukan operasi khusus yang bertugas di Afghanistan antara 2007 dan 2013 dicabut.