DUNIAEKSPRESS. COM (27/11/2020)– Gerakan Perlawanan Islam Hamas bela sungkawa atas wafatnya Imam Sadiq al-Mahdi, pemimin gerakan Al- Ansar, pemimpin Partai Ummat Nasional, mantan perdana menteri dan pemimpin politik terkemuka di Republik Sudan.

“Mahdi meninggal setelah hidup penuh perjuangan dan pelayanan bagi negara dan rakyatnya. Ia telah membela hak-hak bangsa dan tujuan yang adil, terutama perjuangan dalam membela Palestina,” kata Hamas dalam rilisnya seperti yang di kutip Pusat Informasi Palestina, Kamis (26/11/2020).

Baca juga:

MAHER AL-AKHRAS DIBEBASKAN

“Kami menyampaikan ungkapan belasungkawa yang tulus dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada pemimpinan Partai Umma Nasional dan Otoritas Ansar, kepada rakyat Sudan dan keluarga almarhum, putra, saudara dan orang yang dicintai. Ia berdoa kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa menghiburnya memberikan rahmat dan ampunanya. Ia telah menginspirasi kami semua dengan kesabaran dan kepada Tuhan dan kepada-Nya kami akan kembali,” Tambah pernyataan tersebut.

Hamas kembali mengingat tentang pendiriannya yang teguh dalam solidaritas terhadap rakyat Palestina, proyek nasional dan pembebasan tanah dengan mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Al-Quds sebagai ibukotanya. Ia telah berpartisipasi aktif dalam mengadvokasi perjuangan Palestina di berbagai kalangan dan forum Arab, Islam maupun internasional. Ia sangat menolak terhadap normalisasi dengan Zionis.

Hamas berdoa agar Tuhan mengasihaninya dan agar Sudan berhasil mengembalikan persaudaraan ini dalam kebaikan.

Pada Rabu malam, Imam Sadiq al-Mahdi, pemimpin Partai Umma Nasional Sudan, meninggal di UEA, tempat dimana ia dirawat setelah terinfeksi virus Corona.