DUNIAEKSPRESS.COM (27/11/2020)– Otoritas Mesir telah menangkap delapan orang menyusul bentrokan yang meletus pada Rabu malam antara Muslim dan Kristen Koptik di Gubernuran Minya, lapor media lokal dan asing pada Kamis.

Otoritas Mesir belum mengomentari laporan media tersebut.

British Broadcasting Corporation (BBC) melaporkan pada hari Kamis (26/11) bahwa pihak berwenang di Mesir menahan sejumlah orang di sebuah desa di Gubernuran Minya menyusul bentrokan antara Muslim dan Koptik.

Sementara itu, media Kairo 24 mengutip sumber keamanan yang menyatakan bahwa Pasukan Keamanan Pusat Kementerian Dalam Negeri turun tangan untuk mengendalikan situasi di desa Deir El-Bersha.

Situs berita menambahkan bahwa delapan orang dari desa itu ditangkap karena kerusuhan dan penyerangan.

Baca juga:

HAMAS BERBELASUNGKAWA ATAS WAFATNYA IMAM SADIQ AL MAHDI

PBB AKAN BUKA KANTOR KONTRA TERORISME DI QATAR

Saluran Al-Hurra melaporkan saksi mata yang mengungkapkan bahwa pada hari Rabu (25/11) pasukan keamanan menahan bentrokan di desa, di mana penduduk desa Muslim dan Koptik saling menyerang dengan menggunakan bom molotov.

Laporan media mengkonfirmasi bahwa bentrokan meletus karena posting Facebook yang diterbitkan oleh seorang pemuda Koptik dari desa tersebut, yang oleh penduduk Muslim dianggap menghina Nabi Muhammad (SAW).

Situasi meningkat menjadi perselisihan antara Muslim dan Koptik dengan pelemparan batu dan bom molotov. Sementara itu, beberapa warga desa Muslim lainnya mengepung Gereja Abu Siffin selama acara keagamaan, menurut saksi.

Pengguna media sosial mengedarkan foto dan video yang diduga dari konfrontasi Minya. Namun, keaslian publikasi tersebut belum diverifikasi.

Salah satu rekaman video menunjukkan sekelompok orang meneriakkan: “Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusannya,” saat mereka melempar batu ke kerumunan perusuh yang berkumpul beberapa meter jauhnya.

Secara berkala, ketegangan terjadi antara Muslim dan Koptik di Mesir, namun pihak berwenang biasanya menunjukkan bahwa insiden semacam itu terisolasi dan jarang terjadi.

Menurut perkiraan gereja, jumlah orang Kristen di Mesir mencapai sekitar 15 juta, dari total populasi lebih dari 104 juta.[memo]