DUNIAEKSPRESS.COM (28/11/2020)– Pasukan Israel menangkap 10 warga Palestina di berbagai bagian di Tepi Barat pada Jumat (27/11) malam. Hal ini disampaikan Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) sebagaimana dilansir di kantor berita Palestina, Wafa, Jumat (27/11).

Laporan tersebut menyatakan pasukan Israel menangkap empat warga Palestina, termasuk dua saudara laki-laki, setelah menggeledah rumah keluarga mereka di Desa Beit Dajan, sebelah timur kota Nablus, Tepi Barat utara.

Di tempat lain di Tepi Barat utara, kendaraan militer Israel menyerbu Kota Jenin. Tentara Israel menangkap kembali dua mantan tahanan. Tentara juga melakukan dua serangan terpisah di kota al-Yamun dan Silat al-Harithiya, barat dan barat laut kota Jenin yang mengakibatkan penahanan dua warga Palestina.

Baca juga:

UEA TEKAN AL-AZHAR DUKUNG FATWA SESAT IKHWANUL MUSLIMIN

HINA RASUL, BENTROK PECAH DI MESIR

Serangan militer serupa dilakukan di Desa Deir Ghazaleh, timur laut kota, mengakibatkan penahanan warga Palestina lain. Sementara di Distrik Bethlehem, tentara Israel menangkap kembali seorang mantan tahanan setelah menghentikan dan memerintahkan dia keluar dari kendaraan di dekat blok pemukiman kolonial Gush Etzion.

Dia diidentifikasi sebagai penduduk kamp pengungsi Dheisha, di selatan kota. Pasukan Israel sering menyerbu rumah-rumah Palestina hampir setiap hari di seluruh Tepi Barat dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang dicari. Langkah tentara Israel memicu bentrokan dengan penduduk.

Penggerebekan yang juga terjadi di daerah-daerah di bawah kendali penuh Otoritas Palestina, dilakukan tanpa surat perintah penggeledahan. Mereka melakukan penangkapan kapan pun dan di mana pun.

Di bawah hukum militer Israel, komandan militer memiliki otoritas eksekutif, legislatif dan yudisial penuh atas 3 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. Warga Palestina tidak memiliki suara terhadap bagaimana otoritas ini dijalankan.[rep]