JAMA’AH DAULAH (ISIS) TIDAK MENYERU MANUSIA KEPADA ISLAM DAN SUNNAH, TETAPI MENYERU MANUSIA UNTUK MASUK KE DALAM DAULAH MEREKA

JAMA’AH DAULAH (ISIS) TIDAK MENYERU MANUSIA KEPADA ISLAM DAN SUNNAH, TETAPI MENYERU MANUSIA UNTUK MASUK KE DALAM DAULAH MEREKA

Jama’ah Daulah (ISIS) tidak menyeru manusia kepada Islam dan Sunnah, tetapi menyeru manusia untuk masuk ke dalam Daulah mereka

Baca sebelumnya, JAMA’AH DAULAH ISIS BERSANDAR PADA LOGIKA AKAL DAN EKSPLOITASI EMOSIONAL

Duniaekspress.com. (27/11/2020). – Syaikh Dr. Mazhhar Al-Wais berkata, “Inilah yang dihasilkan dari Jama’ah Daulah (ISIS), mereka terjangkiti sifat Ghuluw terhadap Daulah dengan kadar yang mencengangkan. Di mana hal itu menjadi kebanggaan dan syiar mereka; hingga mereka mensifatinya dengan kata “Baqiyah”. Mereka memaksa manusia untuk berbai’at kepada mereka, kalo tidak maka bisa dipenjara atau dibunuh. Mereka berwala’ dan memusuhi atas nama daulah (ISIS), dan atas nama daulah pula mereka merusak perjanjian dan kesepakatan sebelumnya. Berlepas dari manhaj para guru dan pimpinan mereka. Serta menuduh dengan penyimpangan, seperti Syaikh Aiman Az-Zhawahiri dan yang lainnya.
Siapa yang sepakat dengan kebid’ahan mereka, maka ia adalah sahabat, tanpa melihat apa yang telah ia perbuat. Seakan-akan mereka membatasi Islam hanya pada daulah (ISIS). Sehingga, mereka menganggap daulah – yang mana menurut keadaan yang paling ringan dan paling baik – ia tergolong perkara ijtihadiyyah, mereka menganggapnya sebagai pangkal ushul pada diri mereka. Mereka tidak menerima perdebatan tentangnya, selama dalam tubuh mereka masih ada mata yang berkedip dan kalbu yang berdenyut. Karena daulah pulalah mereka memotong kepala dan membelah perut. Hanya Allah sebagai penolong.
Mereka tidak menyeru manusia kepada Islam dan sunnah; akan tetapi menyeru mereka untuk masuk ke dalam daulah mereka (ISIS) apa pun masa lalunya dan kekejiannya. Seakan-akan berbai’at kepada daulah adalah kunci ampunan. Sehingga, daulah menjadi sangkar bagi orang-orang mujrim, para penghisap ganja dan anak-anak muda; selama mereka mendekat dan berwali kepada mereka. Bahkan mereka membelanjakan harta untuk memasukan manusia ke dalam kelompok mereka, memberikan uang suap yang besar untuk memecah barisan mujahidin, dan mengeluarkan pasukan dari pimpinan mereka sebelumnya.
Hal itu mengingatkan kepadamu bahwa ketergantungan mereka pada daulah dan Al-baghdadi, seperti ketergantungan para Imam Alul Bayt dengan Khumaini. Maka, seorang mukmin di dalam sekte Rafidhah adalah Imami (yang patuh pada Imam), sedangkan mukmin menurut daulah (ISIS) adalah daulawy (yang ikut daulah); apa pun yang telah ia lakukan, berapa pun banyaknya yang ia bunuh dan rampok. Bahkan pertaubatan tidak sah kecuali dalam daulah. Ia adalah satu-satunya jalan yang mengantarkan ke dalam syurga!
Mereka mensifati daulah (ISIS) mereka dengan “Baqiyah” sedangkan kekekalan hanya milik Allah. Mereka menjadikan bai’at mereka sebagai kewajiban abad ini, dengan menerapkan hadist : “Barangsiapa meninggal dan di lehernya tidak ada bai’at maka ia meninggal seperti pada masa jahiliyah”. Mereka mengangkat diri mereka sendiri sebagai ummat, dengan mengatakan : “Ummat yang satu, dengan satu bendera”, hal ini mengingatkan kepadamu syi’ar taghut ; “Untuk selamanya, ummat arab yang satu, memiliki risalah yang kekal.”

 

Baca juga, KHAWARIJ DI DALAM TUBUH DAULAH ISIS TELAH MENGKAFIRKAN JABHAH NUSHRAH DENGAN TUDUHAN IA TELAH BERSEKUTU DENGAN KAUM MURTAD

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This