DUNIAEKSPRESS.COM (28/11/2020)– Pasukan Koalisi Arab melancarkan serangkaian serangan udara menargetkan barak yang dipakai oleh milisi Syiah Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman. Serangan ini merupakan bagian penumpasan milisi dukungan Iran tersebut.

Reuters melaporkan, dalam serangan terbaru tentara Koalisi Arab pada Jumat (27/11/2020) waktu setempat belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan fasilitas sipil.

Serangan tersebut berselang beberapa hari setelah insiden hantaman rudal Houthi ke fasilitas minyak Arab Saudi milik Aramco di kota Jeddah, tepi Laut Merah.

Baca juga:

ISRAEL TANGKAP 10 WARGA PALESTINA

UEA TEKAN AL-AZHAR DUKUNG FATWA SESAT IKHWANUL MUSLIMIN

Milisi Houthi telah melakukan banyak serangan rudal dan drone di bandara sipil dan infrastruktur minyak di Arab Saudi, termasuk di ibu kota Riyadh sepanjang tahun ini.

Serangan lintas perbatasan oleh pasukan Houthi, yang mengendalikan sebagian besar Yaman utara, telah meningkat sejak akhir Mei ketika pengaturan gencatan senjata yang dipicu oleh pandemi virus corona berakhir.

Pasukan koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi dalam perang Yaman pada Maret 2015 untuk memulihkan pemerintah Yaman yang digulingkan dari kekuasaan di Sanaa oleh Houthi pada akhir 2014.

Sebelumnya Koalisi pimpinan Arab Saudi juga menuding, milisi Syiah houthi di Yaman berada di balik serangan terhadap sebuah kapal tanker milik Yunani.

Pemilik kapal tanker berbendera Malta, Agrari, mengatakan kapal itu “diserang oleh sumber yang tidak diketahui” ketika sedang bersiap berangkat dari Shuqaiq. Tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.

“Agrari diserang sekitar satu meter di atas permukaan air dan mengalami kerusakan,” kata TMS Tankers, pemilik kapal yang berkantor pusat di Yunani, seperti dikutip AFP, Kamis (26/11/2020).

“Awak kapal dipastikan aman dan tidak ada korban luka. Juga tidak ada laporan polusi. “Investigasi sedang dilakukan setelah otoritas Arab  Saudi, termasuk penjaga pantai, naik ke kapal yang mengalami serangan ini,” imbuh pihak TMS Tankers.