Kesamaan Jama’ah Daulah (ISIS)  dengan Murji’ah

Baca Sebelumnya, JAMA’AH DAULAH (ISIS) TIDAK MENYERU MANUSIA KEPADA ISLAM DAN SUNNAH, TETAPI MENYERU MANUSIA UNTUK MASUK KE DALAM DAULAH MEREKA

Duniaekspress.com. (30/11/2020). – Syaikh Dr. Mazhhar Al-Wais berkata, “Mereka telah terjangkit penyakit Ghuluw (berlebih-lebihan) yang akut terhadap kepemimpinan dan daulah.

Mereka mensyaratkan ba’iat kepada daulah (ISIS) mereka dalam jihad dan menahan serangan musuh. Selain itu, mereka menganggap bathil keabsahan semua jama’ah jihad. Telah kita ketahui bahwa melawan serangan musuh tidak perlu membutuhkan izin dari waliyul amri Ketika waliyul amri itu ada, lantas bagaimana jika tidak ada. Jika dikatakan bahwa Al-Baghdadi adalah Imam, maka ada kaidah “yang tidak legal secara syari’at dianggap tidak ada”.

Gerakan jihad ini telah bertahun-tahun berjuang untuk menghapus pandangan (syubhat) yang disebabkan oleh Murji’ah, yaitu jihad harus dijalankan dengan keberadaan iman. Namun, jama’ah daulah (ISIS) melampaui Murji’ah dalam perkara tersebut dengan mensyaratkan kepada faksi-faksi lain yang berjaga-jaga di perbatasan untuk memilih berbai’at (kepada jama’ah daulah)  atau meninggalkan jihad. Ini merupakan bentuk menghalangi jalan Allah Subhana wata’ala.

Irisan antara pemahaman antara kaum Khawarij dan Murji’ah dalam masalah ini dijelaskan oleh Asy-Syahrastani dalam Al-Milal wa An-Nihal, “Murji’ah adalah kelompok lain yang berbicara dalam permasalahan Iman dan amal. Hanya saja, mereka sepakat dengan Khawarij di sebagian masalah yang berkaitan dengan Imamah. “hal ini juga sesuai dengan dokrin rafidhah yang tidak membolehkan jihad kecuali dengan muculnya Imam mereka. Lalu, datanglah pada hari ini jama’ah daulah (ISIS) dengan menganggap bathil keabsahan dan perjuangan jihad dari jama’ah-jama’ah jihad di seluruh negeri, sampai mereka mau berbai’at kepada imam mereka, Al-Baghdadi. Hal ini disepakati oleh kelompok khawarij, murji’ah dan rafidhah.”

 

Baca juga, KHAWARIJ DI DALAM TUBUH DAULAH ISIS TELAH MENGKAFIRKAN JABHAH NUSHRAH DENGAN TUDUHAN IA TELAH BERSEKUTU DENGAN KAUM MURTAD