Jama’ah Daulah (ISIS) bukanlah representasi Idiologi dan praktek Al-Qaidah

Baca sebelumnya, KELOMPOK SESAT ITU MENCELA SYAIKH USAMAH BIN LADEN DENGAN BANYAK CELAAN

Duniaekspress.com. (19/12/2020). – Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir pernah ditanya, “Apakah ada kesamaan antara Tanzhim Al-Qaidah dan Jama’ah Daulah (ISIS)?”

Beliau menjawab, “Saya bisa katakana dengan tegas bahwa Jama’ah Daulah (ISIS) pada hari ini tidak sama dengan Tanzhim Al-Qaidah, baik secara idiologi maupun praktek. Siapa saja yang memiliki pengalaman ilmu maupun amal Bersama tanzhim Al-Qaidah, ia akan mengetahui dengan jelas bahwa di sana ada perbedaan yang mendasar antara kami di tanzhim Al-Qaidah  dan jama’ah Daulah (ISIS). Ada perbedaan yang mendasar antara pandangan Syaikh-Syaikh kita seperti, Syaikh Usamah bin Laden -Rahimahulla- Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri, Syaikh Abu yahya Al-Libi, Syaikh Athiyatullah Al-Libi, Syaikh Abu Mus’ab Az-Zarqawi dan lainnya, dengan pandangan jama’ah Daulah.

Di sana ada perbedaan pastinya! Belum lagi dalam pendekatan (interaksi) mereka kepada ummat. Bagaimana mereka memosisikan diri mereka dalam ummat ini (kedudukan mereka di ummat ini). Posisi mereka di tengah ummat ini, dan pemahaman mereka tentang  Aulawiyat jihad (prioritas dalam jihad). Perbedaan ini dapat memicu masalah-masalah yang berbahaya dalam menerapkan pemahaman-pemahaman dan pemikiran dalam dunia waqi’ (realitas). Ringkasnya, jama’ah daulah telah melanggar dan melampaui semua batas-batas yang dianggap penting di keanggotaan tanzhim Al-Qaidah dalam taraf prakteknya.

Mereka tidak mengindahkan perintah-perintah yang ada di Al-Qaidah. Terlebih, saya yakin bahwa pernyataan dari pimpinan umum Al-Qaidah sudah mencukupi dalam hal itu, dimana tanzhim Al-Qaidah telah mengeluarkan pernyataan dengan jelas tentang sikapnya terhadap jama’ah daulah (ISIS) dan kejahatan yang mereka (ISIS) lakukan atas nama Islam.” (Wawancara video Bersama Syaikh Abu Sulaiman tentang jama’ah daulah -Muassasah Al-Bashirah).

InsyaAllah bersambung …

 

Baca juga, JAMA’AH DAULAH (ISIS) BUKAN MEMASUKAN MANUSIA KE DALAM ISLAM TAPI MALAH MENGELUARKAN DARINYA