DUNIAEKSPRESS.COM (29/12/2020)– Sebanyak 252 orang jamaah umrah asal Indonesia yang sempat berada di Arab Saudi mulai dipulangkan kembali ke Tanah Air pada Senin (28/12). Hal itu disampaikan Konsul Haji pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Endang Jumali.

Dia mengatakan, repatriasi tersebut dilakukan dengan menggunakan dua maskapai penerbangan, yaitu Citilink dan Saudia. “Hari ini (kemarin), jamaah umrah akan terbang dari Saudi ke Indonesia dengan maskapai Citilink dan SV (Saudia),” ujar Endang saat dihubungi Republika dari Jakarta, kemarin.

Dia memastikan, penerbangan repatriasi hanya membawa penumpang keluar dari Arab Saudi ke Indonesia, bukan sebaliknya. Sebelumnya, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengeluarkan surat edaran tertanggal 27 Desember 2020.

Baca juga:

OTORITAS PALESTINA DESAK PERLINDUNGAN PBB

Isinya menyebutkan, maskapai penerbangan internasional telah kembali diizinkan untuk mengangkut penumpang nonwarga Arab Saudi keluar dari wilayah Kerajaan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebelum adanya penangguhan penerbangan internasional dari Kerajaan, sekira 400 orang jamaah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Menurut Endang, selama tertahan di sana semuanya dalam keadaan baik dan mendapatkan fasilitas dari pemerintah setempat.

Sebagian dari mereka telah dipulangkan ke Indonesia pada Senin (21/12) lalu dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Adapun repatriasi yang dilakukan kemarin, kata dia, merupakan gelombang terakhir pemulangan jamaah umrah asal Indonesia.

Pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan larangan masuk ke negara itu sejak Senin (21/12) lalu, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Sejak kemarin, pelarangan tersebut kembali diperpanjang selama sepekan ke depan. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan, kebijakan itu diambil sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran varian baru Covid-19 yang telah terdeteksi di sejumlah negara.

“Kementerian menilai, situasi saat ini dan penangguhan perjalanan dapat diperpanjang lebih lanjut jika memang diperlukan. Adapun warga negara non-Arab Saudi diperbolehkan untuk meninggalkan Kerajaan,” ujar Menteri Dalam Negeri Arab Saudi dalam keterangan resmi yang dilansir Arab News, Senin (28/12).