Anggota tanzhim Daulah (ISIS) merupakan manusia yang paling jauh dari kebenaran dan Minhaj Nubuwwah

Baca sebelumnya, DAULAH (ISIS) MEMILIKI PENYIMPANGAN YANG BERBAHAYA MENURUT AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

Duniaekspress.com. (29/12/2020). – Syaikh Abu Mu’adz Nurudin Nafi’ah -semoga Allah membebaskannya- mengeluarkan pernyataan kepada seluruh ummat Islam dan terkhusus kepada public Maroko, yang menjelaskan tentang tanggapannya terhadap tanzhim Jama’ah Daulah (ISIS). Beliau berkata :

“Sesungguhnya sejarah tanzhim daulah Islamiyyah (ISIS) berkebalikan dengan Namanya. Disana ada saksi nyata yang menunjukan bahwa mereka adalah manusia yang paling jauh dari kebenaran dan Minhaj nubuwwah. Siapa saja yang mengetahui apa yang ada pada mereka, kemudian tidak ada halangan untuk mengetahui hakikat mereka yang sebenarnya, lalu menolong mereka setelah itu, maka ia adalah bagian dari mereka. Status hukumnya sama dengan mereka. Sebagaimana yang telah diutarakan oleh para ulama kita.

Kami katakana kepada seluruh ummat Islam, bahwa apa yang telah Allah janjikan adalah benar. Kabar gembira yang diberitakan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam telah terjadi. Bahwasanya keberadaan suatu kebathilan di muka bumi merupakan tanda sempurnanya sebuah kebenaran. Karena sesuatu itu akan tampak kebaikannya dengan keberadaan lawannya; ‘Boleh jadi yang dibenci hati itu menjadi sebab bertemu kepada yang dicintai’

Saya tidak berkeinginan untuk mengeluarkan pernyataan ini kecuali setelah diam itu menjadi sikap yang membumihanguskan Islam, atas kejadian yang menimpa keluarga keluarga kita di Syam, dari kejahatan yang diperbuat oleh Tanzhim Daulah (ISIS). Jika diamku dirasa terlalu lama selama ini, karena saat itu saya memang harus diam untuk mempelajari hakikat yang sebenarnya, bertabayyun, mencari kepastian dari semua tanda-tanda dan bukti yang akan menjadi dasar sikapku pada pernyataan ini. Maka, setelah semuanya dirasa sudah mencukupi, lalu pandangan semakin jelas, hal itu mengharuskanku untuk mengeluarkan nasihat ini. Tentu, dengan mengharapkan balasan dari Allah Subhanawata’ala, supaya dapat membantu orang-orang lemah, serta memenuhi hak ummat pilihan ini, yang diwajibkan kepada kita.

Saya ingatkan sebuah hadist shahih dari Nabi Shalallahu’alaihi wassalam, beliau bersabda : “Menjelang hari kiamat ada tahun-tahun penuh pengkhianatan, orang yang amanah dituduh, dan orang-orang yang tertuduh dipercaya, dan berbicaralah Ketika itu Ruwaibidhah. Mereka bertanya, ‘siapa Ruwaibidhah itu?’ beliau menjawab, ‘Orang-orang bodoh yang berbicara dalam masalah umum (menyangkut orang banyak)’.” Dan merupakan tanda besar fitnah akhir zaman adalah belajar bukan dalam ilmu agama, belajar bukan untuk beramal, mencari dunia dengan amal akhirat, sedikitnya orang yang dapat dipercaya, banyaknya pemimpin atau umara’, sedikitnya fuqaha dan banyak qurra’ (ahli qira’ah). Yang dapat menjaga dari itu semua adalah dengan berpegang teguh pada Al-qur’an dan sunnah, mengembalikan pada Allah dan Rasul-Nya Ketika bersengketa dan tidak mengedepankan perkataan atau perbuatan yang mendahului Al-Qur’an dan Sunnah.

Manusia yang paling bisa menjaga hal ini adalah mereka yang paling mengetahui kebenaran, berbelas kasih kepada makhluk, dan yang paling faham tentang sunnatullah. Sedangkan orang yang paling sesat adalah mereka yang berkata atas nama Allah dan Rasul-Nya shalallahu’alaihi wassalam.

Apa-apa yang tidak mereka ketahui ; yang memecah belah agama mereka dan mereka berkelompok-kelompok. Yang paling buruk di antara mereka adalah para pemimpin mereka. Mereka lebih berbahaya bagi ummat daripada para pelaku dosa.

Maka dari itu, kami berharap kepada Allah Subhana wata’ala supaya selamat dari fitnah yang Nampak maupun tersembunyi, serta menganugrahkan kepada kita dan seluruh kaum muslimin keselamatan dan keyakinan. Dan akhirnya, segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.”

(Bayan bisya’ni tandzim daulatil Baghdadi -karangan syaikh Abu Mu’adz Nuruddin Nafi’ah yang ditulis di penjara Burkaiz Bafaz, diterbitkan oleh website Markaz Almaqrizi Liddirosat Attarikhiyah di London, pada tanggal 30 syawal 1435 H – yang bertepatan dengan 6 agustus 2014).

 

Baca juga, JAMA’AH DAULAH (ISIS) BUKANLAH REPRESENTASI IDIOLOGI DAN PRAKTEK AL-QAIDAH