Syaikh Iyad Qunaibi : Kenapa kita bicara tentang deklarasi Khilafah (ISIS)

Baca Sebelumnya, ANGGOTA TANZHIM DAULAH (ISIS) MERUPAKAN MANUSIA YANG PALING JAUH DARI KEBENARAN DAN MINHAJ NUBUWWAH

Duniaekspress.com. (01/01/2021). – Syaikh Iyad Qunaibi berkata, “Orang-orang yang reaktif dan emosional, harus mengetahui kenapa kita berbicara tentang deklarasi Khilafah (ISIS).

Kita berbicara tentang deklarasi, Ketika hal itu membuahkan kebathilan, dan tidak menambah kemenangan yang kita harapkan melainkan semakin jauh. Maka, disini kami harus menjelaskan pokok kebathilan tersebut, yang mana diatasnya tumbuh cabang-cabang dan buah yang bathil pula. Disini kami sebutkan dua di antara buah itu, yang telah diumumkan secara langsung atau diumumkan melalui berbagai media mengenai hal itu;

Pertama : Menganggap bathil semua jama’ah dan tanzhim-tanzhim yang berada di medan-medan jihad, lalu memaksa mereka untuk taat kepada orang yang diakui sebagai Amirul Mukminin. Hal itu dipenuhi oleh orang yang menganggap khilafah dan ditolak oleh orang-orang yang menganggapnya bukan khilafah. Maka, hal itu berakibat memecah belah barisan di medan-medan jihad dan melemahkannya dengan seruan yang bathil. Bukan menyatukan kalimat, sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang yang tertipu dengan syiar-syiar yang ada.

Kedua : Meletakkan nash-nash hadits Nabi bukan pada tempatnya, seperti hadits ; “Siapa saja yang datang pada kalian, sedangkan urusan kalian berkumpul pada satu orang, untuk memecahkan tongkat kalian, atau memecah belah jama’ah kalian maka bunuhlah ia.” (HR.Muslim).

Yang dimaksud dengan jamaah disini adalah ummat.

Dalam hadits shahih yang lain disebutkan ; ‘barangsiapa keluar (menyerang) ummatku, sedang mereka dalam keadaan Bersatu, maka bunuhlah ia bagaimana pun keadaaannya.’ (shahih).

Sebagian orang yang berakal lemah mungkin menyangka, bahwa urusan ummat ini telah berkumpul pada seseorang yang diakui olehnya sebagai Khilafah, dan mereka berkeyakinan bahwa kekhilafahan itu didapatnya dengan cara yang syar’I, kemudian ia membangun di atas itu semua legalisasi pembunuhan terhadap siapa saja yang dianggap memecah barisan. Lalu, apa pengertian yang tepat dari “memecah belah barisan” pada keadaan seperti ini ? ia dibiarkan kepada Ijtihad setiap orang. Lampu hijau diberikan menurut kepentingannya, dengan menggunakan peluru timah dan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya tanpa martabat!  Dengan cara memunculkan seruan yang menggugah semangat dan mengaduk-adukan perasaan, agar lingkungannya (di dalam Daulah) menjadi subur untuk praktek-praktek keburukan.

Maka menurut “Ijtihad” Sebagian orang-orang yang bodoh ini, siapa saja yang memandang jama’ah (daulah ISIS) ini tidak sesuai dengan petunjuk, hingga ingin meninggalkannya, maka ia dianggap telah memecah barisan. Jika Sebagian orang di suatu wilayah berbai’at dan yang lain tidak berbai’at maka mereka yang menolak itu dianggap sebagai pemecah belah barisan. Bahkan hanya sekedar menyebarkan makalah yang mengorek tentang khilafah, Sebagian mereka langsung menghidangkan kepada saya tentang hadits ; “bunuhlah ia, bagaimana pun keadaannya.” Alasanya, dengan makalah tersebut, saya telah memecah belah barisan, menurut pemahamannya yang sakit.” (Limadza natakallamu’an I’lanil Khilafah).

InsyaAllah bersambung  …

 

Baca juga,  DAULAH (ISIS) MEMILIKI PENYIMPANGAN YANG BERBAHAYA MENURUT AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH