DUNIAEKSPRESS.COM (3/1/2021)– Kelompok yang berafiliasi ke Al-Qaeda Mali membenarkan pernyataan yang keluar dari Kantor Kepresidenan Prancis yang mengatakan pada hari Sabtu (2/1), dua tentara Prancis tewas di Mali ketika alat peledak improvisasi (IED) menghantam kendaraan mereka.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Prancis  Emmanuel Macron mengatakan ledakan itu terjadi Sabtu malam di wilayah timur Mali Menaka.

Sersan Yvonne Huynh dan Brigadir Loic Risser tewas dalam “misi intelijen” di daerah itu, kata pernyataan itu.

Seorang tentara Prancis ketiga juga menderita luka yang tidak mengancam jiwa.

Baca juga:

PAKISTAN TANGKAP PIMPINAN LASHKAR E TAIBA

Ini adalah kedua kalinya tentara Prancis terbunuh di Mali dalam seminggu terakhir.

Pada 29 Desember, tiga tentara Prancis tewas setelah kendaraan lapis baja mereka menabrak IED di daerah Hombori di provinsi Mopti tengah Mali.

Kelompok terkait Al-Qaeda untuk Mendukung Islam dan Muslim (GSIM) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh platform propagandanya, Al-Zallaqa, pada hari Sabtu.

Prancis memiliki lebih dari 5.000 tentara yang dikerahkan di Afrika Barat.

Lusinan tentara Prancis telah tewas di Mali sejak Prancis pertama kali melakukan intervensi militer pada Januari 2013 untuk membantu mengusir para pejuang yang telah menguasai beberapa bagian negara itu.