DUNIAEKSPRESS.COM (7/1/2021)– Ikhwanul Muslimin menyambut baik langkah-langkah yang diumumkan pada hari Senin (4/1) untuk menyelesaikan rekonsiliasi di antara negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), sebagaimana yang disampaikan juru bicara kelompok itu, Talaat Fahmi dalam sebuah pernyataan.

“Kami menegaskan kembali dukungan kelompok untuk semua tindakan yang mengakhiri perbedaan dan menghapus semua alasan mereka di antara negara-negara anggota GCC,” kata Talaat, sebagaimana dikutip Memo, Rabu (6/1/2021).

Ia juga menekankan bahwa gerakan tersebut mendukung semua tindakan yang menyatukan negara-negara Arab dan Muslim.

Baca juga:

HTS BEBASKAN AKTIVIS MEDIA NOUR AL SHILO

PRANCIS AKAN TUNTUT PENGKHUTBAH KARENA KUTIP HADITS

Kemarin, penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed Bin Salman menyambut Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani ke KTT GCC di wilayah barat laut Saudi Al-Ula.

Pertemuan tersebut dielu-elukan sebagai terobosan yang mempertemukan kedua pemimpin untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Pada Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir melancarkan pengepungan terhadap Qatar, menutup perbatasan udara, laut, dan darat mereka dengan negara Teluk, menuduhnya mendukung terorisme. Doha membantah tuduhan itu dan mengatakan langkah itu sebagai serangan terhadap kedaulatannya.

Doha kemudian menetapkan 13 tuntutan, mulai dari menutup televisi Al Jazeera dan menutup pangkalan Turki hingga memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan menurunkan hubungan dengan Iran, agar hubungan dipulihkan.